
MATARAM (KabarBerita) – Politisi Partai Gerindra NTB Lalu Wirajaya meyakini efisiensi anggaran tidak akan menghambat visi – misi gubernur dan wakil gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal dan Indah Dhamayanti Putri (Iqbal – Dinda) dalam mewujudkan NTB Makmur Mendunia.
Menurutnya efisiensi anggaran justru adalah langkah kongkrit jika dikaitkan dengan visi NTB Makmur Mendunia. Meski diawal akan terasa berat, namun akan terasa mudah ketika belanja – belanja yang kurang penting dialihkan ke yang lebih penting.
Jadi kalimat yang pas untuk menggambarkan situasi efisiensi ini adalah berakit-rakit kehulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Jadi efisiensi ini adalah langkah bagaimana kemudian dari belanja-belanja yang kurang penting dialihkan menjadi belanja yang penting,” kata Lalu Wirajaya, Jum’at (21/2).
Selain itu, Wakil Ketua DPRD NTB ini juga melihat bahwa dalam kebijakan efisiensi anggaran itu ada semangat berhemat dan tidak boros. Karena efisiensi yang dilakukan bukan berarti pemotongan atau tidak adanya anggaran yang dikelola. Namun mengalihkan anggaran yang kurang penting ke program yang lebih prioritas.
“Sehingga saya punya proyeksi ke depan, satu atau dua tahun efisiensi ini berjalan maka kita akan punya fiskal, baik negara maupun daerah yang luas dan banyak. Dengan penghematan ini fiskal kita juga akan lebih kokoh,” terangnya.
Dirinya optimis kebijakan efisiensi justru akan menjadi langkah menuju Indonesia emas dan juga NTB Makmur Mendunia.
“Inilah langkah menuju Indonesia em<span;>as kemudian NTB makmur Mendunia. Jadi kalau saya bukan pesimis tapi justru inilah langkah optimis,” tambahnya.
Hanya saja lanjut Anggota DPRD NTB Dapil NTB 8 ini semua pihak harus bersabar karena mungkin diawal ada yang merasa seret dengan kebijakan efisiensi tersebut.
“Kita hanya bersabar satu tahun dua tahun, tetapi di tahun ke berikutnya kita akan menikmati hasil dari efisiensi saat ini,” terangnya.
Kalau pun di tahun pertama Iqbal – Dinda menjabat agak ketat untuk fiskal. Tetapi di tahun ke-dua dan tahun ke-3 akan menerima hasil yang lebih yaitu mempunyai fiskal yang kuat.
“Itu yang saya tangkap dari semangat efisiensi ini,” jelasnya.
Lalu Wirajaya membandingkan dengan kondisi saat ini misalnya belanja – belanja untuk kegiatan ceremonial, belanja-belanja ini dianggap outputnya kurang bukan tidak ada artinya tetapi kurang manfaatnya.
“Nah ini yang dilihat oleh bapak presiden Prabowo Subianto ada belanja-belanja yang kemudian lebih penting dan prioritas yang setahun ke depan atau dua tahun kedepan akan menghasilkan hasil yang luar biasa,” terangnya.
Ia mencontohkan untuk program hilirisasi di bidang boksit dan kelapa sawit yang tidak lagi dijual mentah ke luar negeri. Hasilnnya adalah nilai tambah dari barang-barang yang diolah tersebut dengan hasil yang luar biasa tinggi. Dan hasil yang tinggi itu pada akhirnya juga akan dibagi ke daerah-daerah.
“Itu mungkin nanti dana DAK dan DAU lebih banyak daripada sebelumnya yang ke daerah,” tandasnya.
Dalam kesempatan ini, anggota DPRD NTB tiga periode ini juga menyampaikan selamat kepada kepala daerah yang telah dilantik presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Kamis (20/2).
“Mudah-mudahan jabatan baru, amanah baru merupakan amanah yang harus dijalankan dengan baik oleh teman – teman kepala daerah yang baru saja dilantik dan selamat melaksanakan retreat atau orientasi di Magelang. Mudah mudahan apa yang menjadi materi di sana dapat terserap dengan baik, kemudian nanti bisa diimplementasikan di tengah – tengaj masyarakat di daerah masing masing,” harapnya.








