Pembangunan Jalan Tol Lembar – Kayangan Siap Direalisasikan Tahun ini

Mataram (KabarBerita) – Pemprov NTB melalui Dinas Pekerjaan Umum & Penataan Ruang (PUPR), serius mewujudkan proyek jalan tol Lembar – Kayangan sepanjang 82 kilometer (km) dari Pelabuhan Lembar (Lombok Barat) menuju Pelabuhan Kayangan (Lombok Timur).

Sebagai bentuk keseriusan itu, Pemprov NTB akan mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan studi kelayakan atau feasibility study (FS) jalan Tol tersebut pada 2025.

Dari hasil pra FS yang dilakukan pada 2024, jalan tol yang paling memenuhi kriteria di jalur tengah Pulau Lombok, yaitu Pelabuhan Lembar (Lobar) – Praya (Loteng)- Kayangan (Lotim).
Estimasi kebutuhan anggaran untuk biaya konstruksi sekitar Rp16 triliun dan biaya pembebasan lahan sekitar Rp1,9 triliun. Dimana Lombok Tengah yang paling banyak mendapatkan pembebasan lahan nilainya diperkirakan mencapai Rp 1 Triliun.

“Kalau jalan tol ini mestinya Feasibility study (FS) menjadi kewenangan pusat, Jadi setelah kita melakukan komunikasi kemarin, kita langsung sampaikan ke pusat. Untuk mempercepat realisasi port to port jalan tol Lembar-Kayangan, tahun ini, Pemprov NTB mengalokasikan anggaran untuk studi kelayakannya,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB Ir Sadimin dalam konferensi persnya, senin (2/6) di Command Center Provinsi NTB.

Sadimin menjelaskan rencana pembangunan jalan tol Lembar-Kayangan masuk dalam penanganan tahun 2025-2029 berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 367/KPTS/M/2023 tentang Rencana Umum Jaringan Jalan Nasional 2020-2040. Sehingga pada 2024, sudah dilakukan pra FS oleh Pemprov NTB dengan anggaran sebesar Rp1,5 miliar.

Hasil pra FS yang dilakukan menghasilkan tiga opsi trase jalan.
Trase pertama mulai dari Pelabuhan Lembar menuju jalur Utara Pulau Lombok dekat existing jalan yang ada sekarang tembus ke Kayangan Lombok Timur. Namun, jalur ini cukup panJang dan banyak lahan produktif serta biayanya terlalu mahal.
Trase kedua, pembangunan jalan tol dari jalur selatan Pulau Lombok mulai dari Pelabuhan Lembar Lombok Barat – Patung Sapi Lombok Barat – Bypass Mandalika – Kayangan Lombok Timur.
Sedangkan trase ketiga, melalui jalur tengah Pulau Lombok mulai dari Pelabuhan Lembar Lombok Barat – Praya Lombok Tengah – Kayangan Lombok Timur.
Sadimin mengatakan dari tiga opsi ini, yang memenuhi kriteria paling tinggi adalah pembangunan jalan tol Lembar-Kayangan melalui jalur tengah.

“Sebagian besar jalan baru, ada yang existing. Secara umum sebagian besar jalan baru melewati sawah, bukan pemukiman,” terangnya.

” Jadi salah satu tujuan pembanguan jalan tol ini adalah untuk mengurai kemacetan dan meningkatkan perekonomian bagi masyarakat yang terdampak terutama sekali dibagian selatan” tutupnya. (Wira)

  • Related Posts

    Nekat Mogok Kerja, Bupati Loteng Ingatkan Nakes PPPK Paruh Waktu Terkenak Pelanggaran Berat

    LOMBOK TENGAH (KabarBerita)-Pelayanan kesehatan di kabupaten Lombok Tengah terancam lumpuh. Pasalnya, Tenaga kesehatan (Nakes) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paru Waktu (PW) mengancam akan mogok kerja massal mulai 27…

    Inovasi Daerah, Merubah Emisi Jadi Karbon Bernilai Ekonomi

    Kepala BRIDA Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S.H., M.H. Mataram, (KabarBerita) — Ternyata ditengah isu global terkait degradasi lingkungan yang berdampak pada pemanasan global, ada kabar baik bahwa upaya…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    IIKD Kota Mataram Hidupkan Semangat Kartini Lewat Goresan Warna Anak Disabilitas

    IIKD Kota Mataram Hidupkan Semangat Kartini Lewat Goresan Warna Anak Disabilitas

    Wali Kota Mohan Roliskana Lepas 393 CJH Kloter 5 Embarkasi Lombok, Suasana Haru Iringi Keberangkatan

    Wali Kota Mohan Roliskana Lepas 393 CJH Kloter 5 Embarkasi Lombok, Suasana Haru Iringi Keberangkatan

    Nekat Mogok Kerja, Bupati Loteng Ingatkan Nakes PPPK Paruh Waktu Terkenak Pelanggaran Berat

    Nekat Mogok Kerja, Bupati Loteng Ingatkan Nakes PPPK Paruh Waktu Terkenak Pelanggaran Berat

    Pejabat Mulai Kewalahan, Wali Kota Mataram Buka Opsi Evaluasi Kebijakan Bersepeda

    Pejabat Mulai Kewalahan, Wali Kota Mataram Buka Opsi Evaluasi Kebijakan Bersepeda

    Masuk Tahun Ketiga, Pasar Ikan Bintaro Masih Setengah Jadi

    Masuk Tahun Ketiga, Pasar Ikan Bintaro Masih Setengah Jadi

    Dukung Program Lima Hari Sekolah, Zia Urrahman: Waktu Keluarga Lebih Berkualitas dan Karakter Anak Terbentuk

    Dukung Program Lima Hari Sekolah, Zia Urrahman: Waktu Keluarga Lebih Berkualitas dan Karakter Anak Terbentuk