Sekitar 98 Persen Calon Haji NTB Sudah Terima Kartu Nusuk

MATARAM, (KabarBerita) – Progres penerbitan kartu Nusuk atau sistem identitas digital jamaah bagi jemaah calon haji (JCH) NTB menunjukkan perkembangan signifikan. Bahkan kartu Nusuk untuk JCH NTB saat ini telah terdistribusi hingga 98 persen.

“Untuk kartu nusuk calon haji NTB Alhamdulillah sudah hampir 98 persen sudah keluar kartu nusuknya,” kata Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag NTB, H. Zamroni Aziz kepada KabarBerita, Senin (26/5).

Kartu Nusuk merupakan kartu digital yang memuat seluruh informasi terkait jamaah haji, termasuk identitas hingga di mana lokasi jamaah tinggal. Kartu ini sangat penting untuk dimiliki dan dijaga dengan baik oleh jamaah karena selama musim haji kartu inilah yang menjadi pengganti paspor sebagai tanda pengenal resmi.

Kartu Nusuk digital digunakan jamaah untuk masuk di area Mekkah sekaligus untuk penyelenggaraan puncak ibadah haji di Armuzna.

Jemaah calon haji yang belum mendapatkan kartu Nusuk diminta tidak khawatir. Karena kartu Nusuk yang belun keluar dipastikan rampung secepatnya.

“Jadi saya juga meminta kepada petugas untuk menyampaikan bahwa kartu nusuk bagi jamaah yang belum menerima, Insya Allah dalam satu dua hari ini bisa selesai semuanya,” ungkap H. Zamroni yang saat ini sudah berada di tanah suci, Arab saudi.

Zamroni menjelaskan jika jemaah belum mendapatkan kartu Nusuk dan ingin menjalankan umroh ke Masjid Al harom bisa menggunakan versi digital dengan mendownload aplikasi tawakkalna.

“Untuk antisipasi jamaah yang mau ke masjid al harom untuk melaksanakan umroh untuk membawa visa atau mendownload aplikasi tawakalna,” jelasnya.

Selain kesiapan kartu Nusuk, Zamroni juga memastikan pelayanan calon jamaah haji NTB di tanah suci dilakukan dengan sebaik-baiknya, mulai petugas, ketua kloter hingga tenaga kesehatan berjibaku memberikan pelayanan maksimal.

Begitu juga dengan sistem syarikah yang sempat diawal mengganggu calon jamaah haji. Kata Zamroni, pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan kebijakan atas dasar kemanusiaan, sehingga tidak ada lagi jamaah yang terpisah antara suami dan istri atau dengan kloter.

“Alhamdulillah pemerintah Arab Saudi melalui 8 syarikah ada kebijakan atas dasar kemanusiaan, maka boleh suami- istri, para pendamping dan petugas ke hotel tempat jamaahnya lebih banyak karena 8 syarikah ini sudah bersepakat melayani jamaah baik,” pungkasnya.

  • Related Posts

    Pemulangan Jamaah Haji, DPR Mahdalena Desak PPIH Tindak Tegas Maskapai Haji Tukang Delay!

    “Jangan sampai jemaah yang sudah bersiap pulang harus menunggu berjam-jam di bandara akibat keterlambatan penerbangan. Dampaknya bukan hanya dirasakan oleh jemaah, tetapi juga oleh keluarga yang menunggu kedatangan mereka di…

    Soroti Pembangunan Sejumlah Bendungan di NTB, Mori Hanafi Minta Pemerintah Percepat Fungsi Irigasi dan SPAM

    “Beban ini bukan menjadi beban Menteri Pekerjaan Umum semata, tetapi menjadi beban kita bersama,”   JAKARTA (KabarBerita) – Anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi menegaskan bahwa optimalisasi bendungan yang…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Pemulangan Jamaah Haji, DPR Mahdalena Desak PPIH Tindak Tegas Maskapai Haji Tukang Delay!

    Pemulangan Jamaah Haji, DPR Mahdalena Desak PPIH Tindak Tegas Maskapai Haji Tukang Delay!

    Dispar Mataram Tegur Hotel, Minta Semua Konten Bernuansa Asusila Dihapus

    Dispar Mataram Tegur Hotel, Minta Semua Konten Bernuansa Asusila Dihapus

    DPRD Kota Mataram Soroti Promosi Hotel, Minta Pemerintah Bertindak Tegas

    DPRD Kota Mataram Soroti Promosi Hotel, Minta Pemerintah Bertindak Tegas

    Ekskutif dan Legislatif dukung Konversi PT. BPR ke PT. BPRS Ciptakan Ekosistem Syari’ah

    Ekskutif dan Legislatif dukung Konversi PT. BPR ke PT. BPRS Ciptakan Ekosistem Syari’ah

    Dubes Kazakhstan Jajaki Peluang Kerjasama dengan NTB

    Dubes Kazakhstan Jajaki Peluang Kerjasama dengan NTB

    BRIDA NTB Fokus Hilirisasi Hasil Riset & Inovasi Menjadi Produk Bernilai Ekonomi

    BRIDA NTB Fokus Hilirisasi Hasil Riset & Inovasi Menjadi Produk Bernilai Ekonomi