Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Muazzim Akbar Soroti Kearifan Lokal sebagai Nilai Luhur dan Jantung Persatuan Bangsa

Lombok Barat, (KabarBerita) – Untuk kesekian kalinya, Anggota MPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional Dapil NTB II, H. M. Muazzim Akbar, S.IP., menyelenggarakan sosialisasi empat pilar kebangsaan di Kantor Desa Gegelang Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat pada Senin, 15 Desember 2025.

Tema besar acara tersebut adalah pelestarian kearifan lokal untuk menjaga jati diri bangsa di tengah arus globalisasi. Acara yang dihadiri oleh beberapa Kepala Desa di Kecamatan Lingsar dan Narmada, tokoh adat, pemuda, ibu-ibu PKK, dan pelaku UMKM ini mengangkat tema “Merajut Kearifan Lokal untuk Memperkuat Sendi-Sendi Kebangsaan”.

Kegiatan ini menekankan bahwa Empat Pilar Kebangsaan bukanlah konsep yang terpisah dari kehidupan sehari-hari masyarakat, melainkan sudah hidup dan tumbuh dalam berbagai bentuk kearifan lokal di seluruh Nusantara.

Gotong royong, musyawarah, sikap hormat pada alam dan sesama, serta prinsip hidup selaras adalah cerminan nyata dari nilai-nilai Pancasila yang berusia ratusan tahun. Melestarikannya berarti mengamalkan konstitusi dengan cara yang paling otentik.

Kepala Desa Gegelang, H. Husnu Muktar dalam sambutannya selaku tuan rumah mengapresiasi kegiatan yang tumben dilakukan oleh anggota DPR RI di desanya. “Selama ini kami tidak pernah dikunjungi oleh anggota DPR RI, baik dalam acara reses maupun sosialisasi seperti ini. Oleh karena itu, kami sangat berterima kasih kepada Bapak H. M. Muazzim Akbar yang telah rela memgunjungi Desa Gegelang ini,” ujar H. Husnu Muktar disambut tempuk tangan riuh peserta.

Sementara itu, dalam pemaparannya, H. M. Muazzim Akbar, S.IP., memaparkan dengan bagaimana kearifan lokal merupakan praktik hidup yang mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya, yang di dalamnya terkandung kearifan lokal.

“Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah payung besar yang melindungi seluruh khazanah kearifan lokal dari Sabang sampai Merauke. Keberagaman kearifan ini justru memperkaya dan memperkuat NKRI,” sambung mantan Ketua APJATI NTB ini.

“Ancaman terbesar saat ini adalah pudarnya penghargaan terhadap kearifan lokal, terutama di kalangan generasi muda. Padahal, di dalamnya terdapat solusi untuk banyak masalah modern, seperti kerusakan lingkungan, konflik sosial, dan krisis karakter. Empat Pilar Kebangsaan harus kita gunakan sebagai lensa untuk melihat kembali dan menghidupkan kearifan nenek moyang kita,” papar Bapak dua anak ini.

Acara ditutup dengan seruan konkret untuk mendokumentasikan, mempelajari, dan mempraktikkan kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari dan di ruang-ruang pendidikan. Dengan demikian, Empat Pilar Kebangsaan tidak menjadi teori yang kering, tetapi menjadi semangat yang hidup dan relevan, dijaga bersama melalui pelestarian warisan budaya yang tak ternilai harganya.

Related Posts

Lalu Wirajaya Dinilai Layak Menuju Pilkada Loteng 2029

Mataram, (KabarBerita) – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2029 terbilang masih lama, namun konstelasi di Kabupaten Lombok Tengah mulai menghangat. Hal ini terlihat dari banyaknya figur yang mulai digadang-gadang bakal menjadi…

RDP Komisi IV DPRD NTB Bahas Kinerja ESDM 2025: EBT Lampaui Target, Isu Air Tanah hingga Energi Transisi Jadi Perhatian Bersama

Mataram, (KabarBerita) – Komisi IV DPRD Provinsi NTB menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas ESDM Provinsi NTB, Rabu (1/4) untuk mengevaluasi capaian kinerja sektor energi dan sumber daya mineral…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Dinkes Mataram Dukung Penangguhan 15 SPPG, Utamakan Keamanan MBG

Dinkes Mataram Dukung Penangguhan 15 SPPG, Utamakan Keamanan MBG

Ruas Jalan Wakul – Ketejer Ditangani, Dewan LWJ Beri Apresiasi Bina Marga

Ruas Jalan Wakul – Ketejer Ditangani, Dewan LWJ Beri Apresiasi Bina Marga

Lalu Wirajaya Dinilai Layak Menuju Pilkada Loteng 2029

Lalu Wirajaya Dinilai Layak Menuju Pilkada Loteng 2029

Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH 1 Hari dalam Sepekan

Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH 1 Hari dalam Sepekan

BKAD NTB sebut Belanja Pegawai Masih Terkendali

BKAD NTB sebut Belanja Pegawai Masih Terkendali

Bantuan Pangan Jadi Penopang Warga Mataram di Tengah Tekanan Ekonomi

Bantuan Pangan Jadi Penopang Warga Mataram di Tengah Tekanan Ekonomi