
Lombok Tengah, (KabarBerita) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah berjalan di sejumlah tempat di NTB masih banyak dikeluhkan warga. Mulai dari pengelolaannya hingga kualitas makanan yang diberikan kepada para siswa. Kemudian lemahnya pengawasan dari pihak-pihak terkait, terutama dari kalangan legislatif.
Keluhan itu disampaikan warga Juna Desa Stuta Kecamatan Janapria Kabupaten Lombok Tengah langsung kepada anggota DPRS NTB fraksi partai Nasdem, Lalu Arif Rahman Hakim saat menggelar kegiatan reses ditempat tersebut pada, Selasa malam (4/11).
Salah seorang warga Ahyar Rosidi mengungkapkan bahwa program MBG sangat bermanfaat bagi siswa dalam meningkatkan kualitas gizi. Namun tanpa pengelolaan dan pengawasan yang tepat, maka program itu bisa diselewengkan oleh pihak-pihak tertentu untuk meraup keuntungan pribadi.
“Program MBG ini sebenarnya sangat bagus. Namun perlu pengawasan ketat terutama dari legislatif. Jadi kami sebagai warga dan orang tua wali sangat berharap dewan akan melakukan pengawasan ketat,” ungkapnya penuh harap.
Menanggapi keluhan itu, Lalu Arif menegaskan bahwa sejatinya program MBG sangat bagus, namun diakuinya masih terkendala pengawasan. Sehingga menurutnya perlu ada perbaikan-perbaikan kedepan.
“Harapan saya sebenarnya program MBG ini seharusnya dikelola oleh sekolah. Karena yang untung dari program MBG ini hanya orang-orang yang bermodal, sementara masyarakat yang ekonomi lemah tidak bisa ikut berpartisipasi. Karena memang dibutuhkan modal yang besar,” jelasnya.
Tidak hanya itu, lanjut politisi partai Nasdem ini, program MBG juga ikut mempengaruhi harga sejumlah kebutuhan pokok yang ikut naik di pasaran.
“MBG ini juga membutuhkan bahan baku yang banyak sehingga mempengaruhi harga barang di pasar. Jadi ini menjadi PR kita semua. Saya dan teman-teman di DPRD akan mengawasi dan mengevaluasi perjalanan program MBG ini,” tegas Lalu Arif.
“Banyak keluhan-keluhan yang saya terima selama reses terkait MBG ini. Marak ndk ye ruen (seperti bukan rupanya) dikatakan bergizi tapi tidak. Bahkan dibeberapa tempat ada siswa yang tidak mau mengambil nasi MBG,” sambungnya.
Selain masalah MBG, Lalu Arif juga banyak menyerap aspirasi terkait kondisi infrastruktur jalan yang parah dan bantuan alat pertanian (alsintan) seperti traktor. Kemudian lampu penerang jalan, terutama di jalan-jalan Desa yang umumnya masih gelap gulita.
“Insya Allah aspirasi warga akan kita perjuangkan. Saya akan berbuat yang terbaik untuk masyarakat. Semoga kita tetap sehat bisa silaturrahmi dalam memperjuangkan tugas dan harapan warga,” kata Lalu Arif mengakhiri reses masa persidangan ke-4 tahun 2025. (Red)






