
Mataram, (KabarBerita) – Diskusi Kebangsaan Menakar Kebebasan Pers di Era Kemerdekaan mendapatkan apresiasi dari Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB, Yusron Hadi, S.T, M.H.
“Acara hari ini sangat bagus dan menambah persepektif kita bagaimana membangun kebebasan pers di situasi yang sangat maju,” ucap Kadis kominfotik ini, Rabu (20/8).
Yusron juga mengatakan di era keterbukaan informasi, dan kebebasan pers bagi pemerintah adalah suatu bagian penting untuk menunjang kinerja, dalam upaya membangun good governance yang baik, menambah wawasan dan pemahaman masyarakat soal suatu persoalan yang meningkatkan partisipasi publik bagi pelaksanaan pembangunan.
“oleh karena itu pemahaman bersama harus diperluas dan pers menjadi bagian penting dari proses pembangunan kita,” terang Yusron.
Lebih lanjut Yusron menambahkan terkait dengan kewajiban seluruh jajaran pemerintah untuk menyampaikan informasi yang baik dan benar dan memadai bagi masyarakat dan tentu saja salurannya melalui media pers , dan bisa mengolah dan memberitakan kepada publik sehingga menjadi informasi yang bermanfaat.
“Jadi kami harap rekan-rekan insan pers terus berupaya menghadirkan informasi terbaik tentang perkembangan jajaran Pemerintah kepada publik,”imbuhnya.
Dia juga menambahkan terkait dengan Salah satu cara jajaran pemerintah untuk menunjukkan tanggung jawab moral, tanggung jawab institusi dan tugas yang diberikan negara harus disampaikan kepada publik yaitu dengan cara dekatkan diri dengan insan media untuk menyebarluaskan informasi.
“harapan kami juga rekan-rekan media semakin dekat dengan jajaran kami di provinsi sehingga kami bisa menyampaikan informasi yang bermanfaat kepada masyarakat,” jelas Yusron.
Diapun mengakhiri dengan ucapan selamat kepada IJTI yang merayakan hari jadi yang ke-27.
“Jajaran Pemprov NTB mengucapkan selamat ulang tahun Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), yang ke-27 dengan harapan IJTI semakin dewasa dan menjadi Perhimpunan media yang terus makin profesional dan membanggakan bagi kita semua”. (red)






