
Mataram(KabarBerita)– Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram, Zia Urrahman, menaruh perhatian khusus terhadap kerusakan fasilitas pendidikan akibat banjir yang melanda beberapa waktu lalu. Salah satu contohnya adalah Pondok Pesantren Ar Raisyiah serta sejumlah sekolah lainnya.
“Kami sudah turun langsung meninjau dampaknya. Sekolah-sekolah yang terdampak akan segera diperbaiki agar para siswa bisa kembali belajar dengan nyaman,” ujar Zia.
Ia menambahkan, perbaikan dilakukan melalui gerakan sosial yang melibatkan para donatur, termasuk dari Himpunan Pengusaha Muda (HIPMA) Sekarbela. “Kami para pengusaha emas dan mutiara juga turut membantu korban banjir, khususnya di Kecamatan Sekarbela,” jelasnya.
Menurut Zia, penanganan pasca banjir harus lebih serius. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan di sungai atau saluran air demi mencegah banjir berulang.
Politisi PPP ini juga menekankan pentingnya perhatian terhadap infrastruktur pendidikan, seperti sekolah dasar dan sekolah swasta yang mengalami kerusakan parah akibat banjir di Sekarbela.
“Kita harus bangkit bersama dan peduli terhadap para korban. Banyak warga yang belum tersentuh bantuan, padahal kerugian material yang mereka alami cukup besar,” tegasnya.
Sebelumnya, BPBD NTB melaporkan bahwa banjir di Kota Mataram dan sekitarnya berdampak pada 7.676 kepala keluarga atau 30.681 jiwa. Empat kecamatan terdampak, yaitu Sandubaya, Cakranegara, Mataram, dan Sekarbela, dengan Sekarbela menjadi yang terparah karena berada di dataran rendah.






