Inspektorat NTB Tindak Lanjuti Temuan BPK Senilai Rp 237 Miliar Disejumlah OPD

MATARAM (KabarBerita) – Inspektorat NTB menindaklanjuti hasil temuan Badan Pengawas Keuangan (BPK), yang menyebabkan kerugian Negara mencapai Rp 237 miliar dibeberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkup Pemerintah Provinsi NTB.

Inspektur Inspektorat Budi Herman, mengatakan temuan itu, dimulai dari tahun 2024 sampai dengan 2025 dan keseluruhannya merupakan kasus yang ada di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dan Ia juga menegaskan bahwa progres temuan, sampai bulan Oktober 2025 sudah mencapai 81 persen.

“Nilainya bervariasi dan total persentase dari hasil temuan sebanyak Rp198 miliar. Dan yang belum selesai Rp 17 miliar,”ungkap Budi Herman di Mataram, Rabu (22/10/2025).

Guna menindaklanjuti sisa temuan yang belum selesai, sambung Budi, pihaknya telah membentuk tim khusus yang mengawal tindak lanjut temuan tersebut, dan tim inilah yang nantinya akan mengawal sisa temuan yang berjumlah Rp 17 miliar. “Saya langsung bentuk tim untuk mengawal dan menindaklanjuti, dan kami bersama tim memilki waktu sampai batas waktu di akhir Nopember,”tambahnya.

Dikatakannya juga bahwa jika nantinya belum selesai sampai batas waktu, maka akan ada penilaian dari BPK, terkait tata kelola yang kurang bagus. “Jika ini belum selesai sampai waktu yang sudah ditentukan, maka teman-teman dari BPK akan menilai,”terangnya.

Sejauh ini, lanjut Budi yang menjadi kendala terkait temuan sisa Rp 17 milir yang belum selesai, masih terkendala diadministrasi, seperti pejabat di OPD banyak yang pensiun dan staffnya yang mengurus ada yang sudah meninggal, itu karena banyak retensi-retensi arsip. “Jadi kenadalanya masih diadministrasi dan pengarsipan kita yang masih belum optimal,” ujarnya.

Lebih lanjut bahwa Inspektorat telah menindak lajuti saran-saran dari BPK, yaitu dengan melakukan percepatan dengan membentuk tim tersendiri di Inspektorat dan menyampaikan kepada OPD-OPD supaya membentuk tim. “Tim yang dibentuk oleh OPD ini nantinya, akan dikawal oleh tim kami dari Inspektorat,” imbuhnya.

Budi juga menambahkan bahwa, pihaknya sangat yakin, dengan sisa temuan yang belum selesai yang berjumlah Rp 17 miliar, akan selesai sesuai progresnya dan akan selesai tepat waktunya. “Kami optimis Rp 17 miliar yang belum selesai dapat kita selesaikan. Jika dilihat dari tingkat capaian progress pekerjaan tim pasti selesai menurut saya,” pungkasnya.(Wir/red).

  • Related Posts

    Ultah ke-54, Gubernur NTB Lalu Iqbal Dapat Kado Istimewa Untuk NTB Dari Presiden Prabowo

    Mataram (KabarBerita) – Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Nusa Tenggara Barat pada Jumat (10/7/2026) menghadirkan makna tersendiri bagi daerah. Bertepatan dengan momentum usia ke-54 Gubernur Nusa Tenggara Barat,…

    Komisi IX DPR Mu’azzim Soroti Pekerja NTB Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan Hanya 24 Persen

    “Kami dari Komisi IX DPR RI mendorong pemerintah daerah, baik pemerintah kota, pemerintah provinsi maupun Dinas Tenaga Kerja, agar segera mempercepat perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Mataram (KabarBerita) — Anggota Komisi…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Ultah ke-54, Gubernur NTB Lalu Iqbal Dapat Kado Istimewa Untuk NTB Dari Presiden Prabowo

    Ultah ke-54, Gubernur NTB Lalu Iqbal Dapat Kado Istimewa Untuk NTB Dari Presiden Prabowo

    Komisi IX DPR Mu’azzim Soroti Pekerja NTB Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan Hanya 24 Persen

    Komisi IX DPR Mu’azzim Soroti Pekerja NTB Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan Hanya 24 Persen

    Sah, PT PCF Lanjut Kelola Kawasan Cilinaya Selama 20 Tahun Lagi

    Sah, PT PCF Lanjut Kelola Kawasan Cilinaya Selama 20 Tahun Lagi

    AHY Buka Peluang Kaji Penanganan Abrasi Pesisir Mataram, Tegaskan Penanganan Harus Berbasis Pemetaan Risiko

    AHY Buka Peluang Kaji Penanganan Abrasi Pesisir Mataram, Tegaskan Penanganan Harus Berbasis Pemetaan Risiko

    Hadiri Gerakan Langit Biru di Ampenan, AHY Ajak Semua Kalangan Peduli Lingkungan

    Hadiri Gerakan Langit Biru di Ampenan, AHY Ajak Semua Kalangan Peduli Lingkungan

    AHY Jadi Magnet di Pantai Ampenan, Emak-emak Berebut Swafoto

    AHY Jadi Magnet di Pantai Ampenan, Emak-emak Berebut Swafoto