
Mataram(KabarBerita) – Ironis, mayoritas pecandu narkoba di Kota Mataram justru datang dari kalangan usia produktif, antara 15 hingga 50 tahun. Data BNN Kota Mataram mencatat, hampir 100 orang telah menjalani rehabilitasi hingga Agustus 2025, angka yang bahkan melebihi target awal sebanyak 75 orang.
Fenomena ini membuat BNN semakin gencar menggandeng kalangan dunia usaha untuk ikut bergerak. Salah satunya Hotel Idoop di Jalan Swaramahardika, yang pada Kamis (28/8) melakukan tes urine mendadak kepada 35 karyawan sekaligus menggelar sosialisasi bahaya narkoba.
Kepala BNN Kota Mataram, Kombes Pol Yuanita Amelia Sari, menegaskan pentingnya sinergi dengan tempat hiburan dan perhotelan yang dinilai rawan penyalahgunaan narkoba. “Narkoba ini bukan sekadar merusak fisik, tapi juga merusak keluarga, lingkungan kerja, dan bisa memicu kriminalitas. Jangan anggap sepele,” tegasnya.
Asisten General Manager Hotel Idoop, Abdul Basir, mengatakan komitmen antinarkoba sudah lama dijalankan pihaknya, mulai dari tes urine rutin hingga kampanye internal melalui spanduk dan banner peringatan. “Kami ingin memastikan lingkungan kerja bersih dari narkoba sekaligus mengingatkan karyawan dan tamu akan bahaya narkotika,” ujarnya.
BNN Kota Mataram terus mendorong para pecandu untuk tidak takut melapor. Layanan rehabilitasi disiapkan 24 jam, khususnya untuk kategori ringan dengan metode rawat jalan delapan kali konseling.
“Lebih cepat ditangani, lebih besar peluang untuk pulih. Jangan sia-siakan masa produktif dengan narkoba,” pungkas Yuanita.








