
Mataram, (KabarBerita) – Pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) NTB, Asosiasi Pengusaha Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI), dan terpilihnya Edy Sofyan S.T, sebagai ketua APJATI NTB, masa bakti 2024-2029 dengan tagline Kita Sukseskan Program Zero Cost Proses dan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI), selasa (10/6).
Dalam sambutannya Ketua APJATI NTB yang baru Edy Sofyan mengatakan ingin membantu dan mensupport program pemerintah dalam menyalurkan PMI ke luar negeri secara legal dan tanpa biaya, demi meningkatkan taraf hidup, kesejahtraan masyarakat dan tentunya mengentaskan kemiskinan sesuai dengan program Pemerintah Provinsi NTB.

H. Edy menambahkan masih adanya kendala dari masyarakat yang belum mendapatkan edukasi ataupun informasi sehingga masih terjebak dalam persepsi sendiri.
“Kami disini sudah infokan bahwa disini gratis tidak dipungut biaya apapun, tapi PMI yang bekerja di Malaysia mengaku membayar kepada pihak yang memberangkatkan dan kalau tidak membayar nanti tidak berangkat menurut para PMI,” tuturnya.
H. Edy juga mengatakan program zero cost ini adalah upaya untuk meringankan beban para calon PMI yang terkendala biaya sehingga memudahkan jika ingin menjadi PMI yang bekerja di Luar Negeri, yang terkadang ada kendala yang harus segera ditangani ” mudah-mudahan untuk ke depannya tidak ada lagi kendala, dan ini juga program baru, jadi tidak serta merta kita bisa ekskusi 100% ,tentu bertahap dan banyak juga yang diberangkatkan sebelum program zero cost,” paparnya.
Ketua Umum Apjati Said Saleh Alwaini
menambahkan APJATI adalah Asosiasi yang paling bermatabat dalam BP3MI dalam menjalankan misi dan menjaga martabat Asosiasi, Dia ingin mempertahankan dan mengembangkan keberadaan Asosiasi dan bagiamana caranya untuk memberikan manfaat lebih kepada Anggota dan yang tidak kalah penting untuk para PMI yang diberangkatkan melalui APJATI.
“Kita pertahankan dan kembangkan keberadaan kita , bagaimana memberi manfaat kepada para anggota dan yeng terpenting untuk para PMI yang kita berangkatkan dan sangat penting juga untuk para stakeholder terkait, indutri terkait baik dari pemerintah maupun swasta,” katanya.
Saleh Alwaini juga mengatakan ada 3 koridor utama dalam program APJATI :
1. Koridor Fokus keluar Negeri yaitu dengan memperbanyak kegiatan promosi dan memperbanyak pengurus yakni dengan menambahkan Waketum yang menangani bidang sesuai dengan kulifikasi seperti : Waketum yang menangani wilayah Eropa, waketum yang menangani Asia pasific terutama Malaysia, Waketum yang menangani Amerika Maritim dan Waketum yang manangani Timur Tengah.
2. Koridor dalam Negeri dengan membangun kemitaraan yang sinergis & harmonis dengan semua stake holder dalam negeri terutama Pemerintah, bagaimana kita bisa lebih efektif dan efisien menekan isu-isu yang sudah bertahun-tahun menjadi problem yang harus diselesaikan.
3. Koridor Internal Organisasi bagaimana kepengurusan tidak hanya pusat yang memberikan manfaat lebih kepada anggota, kita mengadakan sistem informasi manajemen, jadi semua data terkoneksi langsung antara daerah dan pusat.





